Jember – Dewan Pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Integral (MKKSI) Hidayatullah Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) pada hari Sabtu-Ahad, 14-15 Feb 2026 di Jember sebagai forum strategis untuk merumuskan program kerja, penguatan PIBT serta memperkuat arah kebijakan pendidikan ke depan. Kegiatan ini diikuti oleh Sekjen DPP, pengurus wilayah serta para kepala sekolah dari berbagai daerah.
Rakorwil dilaksanakan dalam suasana musyawarah dan penuh semangat kebersamaan. Agenda utama meliputi sosialisasi program Departemen Pendidikan (Depdik), Implementasi dan Standardisasi KIBT serta rakor MKKSI.
Dalam sambutannya, Kepala Depdik yang baru, ust. Moh. Solehan, M.Pd menegaskan pentingnya soliditas dan koordinasi antar unit pendidikan. “Ke depan, tim depdik akan lebih banyak turba (turun ke bawah) untuk memantau setiap kegiatan pendidikan di daerah. Kami akan agendakan untuk keliling Jatim agar bisa memberikan solusi langsung yang dibutuhkan tiap sekolah/lembaga.” ujar beliau
Momen rakor kali ini terasa spesial karena dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Hidayatullah, Dr. Nanang Noerpatria, M.Pd yang memberikan penguatan materi tentang Kurikulum Integral Berbasis Tauhid (KIBT). Beliau menyampaikan bahwa KIBT telah menjadi standar penting sekolah dan Hidayatullah telah sukses di 50 tahun pertama di dunia pendidikannya yang terus berkembang dan ekspansi. “Pada 50 tahun kedua di bidang pendidikan ini, kita akan menjadikan sekolah Hidayatullah terstandarsisasi agar semakin berkualitas dan diminati masyarakat.” papar beliau.
Rakorwil ini juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi praktik baik antar lembaga, sehingga tercipta budaya saling mendukung dan memperkuat dalam membangun kualitas pendidikan yang berkelanjutan.
Rakorwil Pendidikan Hidayatullah ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama untuk melaksanakan program kerja secara optimal dan bertanggung jawab. Dengan terselenggaranya Rakerwil ini, diharapkan seluruh lembaga pendidikan Hidayatullah di wilayah tersebut semakin terarah, profesional, dan berdaya saing dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak mulia. (Azmi)
